Jasad Bocah Hilang Ditemukan di Leuwi Cariang Ciamis, Operasi SAR Gabungan Ditutup
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad korban di aliran Sungai Citanduy, tepatnya di kawasan Leuwi Cariang (Bulak Biru), Kelurahan Benteng,
CIAMIS – Operasi pencarian besar-besaran terhadap Arkenan (5), bocah asal Perum Lembah Medina, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis Jawa Barat berakhir duka.
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad korban di aliran Sungai Citanduy, tepatnya di kawasan Leuwi Cariang (Bulak Biru), Kelurahan Benteng, Jumat (13/3/2026) sekira pukul 09.30 WIB.
Korban ditemukan pada hari ketiga pencarian setelah sebelumnya dikabarkan hilang misterius sejak Selasa (10/3/2026) malam.
Peristiwa nahas itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Ciamis, di mana korban diketahui sedang berlarian di pinggir saluran air di depan rumahnya.
Berdasarkan keterangan saksi dan laporan awal, korban diduga terpeleset ke dalam saluran drainase yang saat itu dalam kondisi arus sangat deras.
Tubuh mungil Arkenan kemudian terbawa hanyut masuk ke Sungai Ciluncat hingga akhirnya bermuara di aliran utama Sungai Citanduy.
Kabar hilangnya bocah ini sempat memicu simpati luas dan menjadi perhatian utama warga Ciamis selama tiga hari terakhir.
Pada Jumat pagi, Tim SAR Gabungan yang melakukan penyisiran sungai menemukan jasad korban menyangkut di dahan pohon di tengah aliran sungai.
Lokasi penemuan berjarak sekitar 1,6 kilometer dari titik awal korban dilaporkan terjatuh. Petugas segera mengevakuasi jenazah menggunakan ambulans PMI menuju Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD Ciamis.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, membenarkan bahwa jasad yang ditemukan identik dengan ciri-ciri survivor yang dicari.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat untuk memastikan identitas korban secara akurat.
"Ya benar sudah ditemukan. Pak RW di Lembah Medina sudah meyakinkan dengan ciri-ciri anak tersebut yang hilang. Seperti hanya memakai celana pendek dan dari ciri giginya. Tapi kami masih menunggu pihak keluarga satu lagi untuk memastikannya," ujar Ani Supiani.
Ani menambahkan, proses identifikasi dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari kesalahan data. Namun, secara fisik, tanda-tanda yang ditemukan pada jasad tersebut sudah mengarah kuat pada identitas Arkenan.
Setelah proses administrasi dan konfirmasi final dari pihak keluarga selesai, Tim SAR akan segera menyerahkan jenazah kepada orang tua korban untuk disemayamkan dan dimakamkan.
"Kalau sudah dipastikan, jenazah akan diserahkan ke pihak keluarga," pungkas Ani.
Hingga berita ini diturunkan, suasana duka menyelimuti IPJ RSUD Ciamis seiring dengan kedatangan pihak keluarga dan kerabat korban.
Operasi SAR Gabungan pun secara resmi dinyatakan ditutup menyusul ditemukannya korban. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

