Bocah 5 Tahun di Ciamis Hilang Terseret Arus Selokan Saat Hujan Deras
Personel Tagana Ciamis, BPBD Kabupaten Ciamis, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas Kelurahan Linggasari bahu-membahu menyusuri jalur air.
CIAMIS – Suasana pilu menyelimuti Perumahan Lembah Medina, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis Jawa Barat.
Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun berinisial AJR dilaporkan hilang misterius pada Selasa (10/3/2026) sore.
Buah hati dari pasangan Rento Tamara Hadi ini diduga kuat terseret arus selokan di depan rumahnya saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Insiden nahas itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, Kabupaten Ciamis memang sedang dikepung hujan lebat sejak siang hari yang memicu peningkatan debit air di saluran-saluran pemukiman.
AJR diduga tengah bermain air di pinggir selokan sebelum arus yang tiba-tiba meluap menyeret tubuh mungilnya.
Anggota Tagana Kabupaten Ciamis, Dudung Ramdani, menjelaskan bahwa posisi selokan di lokasi kejadian memiliki risiko tinggi karena terintegrasi langsung dengan jalur sungai besar.
“Korban diduga sedang bermain air di selokan yang berada di area perumahan depan rumahnya. Selokan tersebut terhubung langsung dengan Sungai Ciluncat dan Sungai Citanduy,” ungkap Dudung, Rabu (11/3/2026).
Segera setelah laporan kehilangan diterima, tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan asesmen di lokasi.
Personel Tagana Ciamis, BPBD Kabupaten Ciamis, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas Kelurahan Linggasari bahu-membahu menyusuri jalur air.
Pencarian dilakukan secara saksama, mulai dari titik awal hilangnya korban, menyusuri aliran selokan perumahan, hingga menjangkau pertemuan arus ke Sungai Ciluncat.
Meski malam telah jatuh dan jarak pandang sangat terbatas, semangat petugas tidak surut. Dengan bantuan alat penerangan seadanya dari petugas dan warga, penyisiran terus dilakukan di sepanjang bantaran sungai.
Kondisi di sekitar lokasi kejadian tampak penuh sesak. Warga sekitar turut tumpah ruah ke jalan; sebagian membantu proses pencarian, sementara yang lain berjaga memantau setiap perkembangan proses evakuasi dengan raut wajah cemas.
Hingga Rabu (11/3/2026) pukul 05.20 WIB, keberadaan AJR masih belum menemui titik terang. Tim gabungan kini memperluas radius pencarian ke arah hilir sungai, mengingat derasnya debit air saat kejadian yang memungkinkan korban terbawa cukup jauh.
"Hingga saat ini korban masih belum ditemukan dan pencarian masih akan terus dilakukan oleh tim gabungan di sekitar aliran sungai," tambah petugas di lapangan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengawasi aktivitas anak-anak dengan lebih ketat, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
Petugas berharap AJR dapat segera ditemukan dan meminta dukungan doa dari seluruh lapisan masyarakat agar proses pencarian ini berjalan lancar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


