Siapa Sebenarnya Iptu Muslih? Kapolsek Pakenjeng Garut yang Berani Hadapi Tio Kobra
TIMES Garut/Tangkapan layar video preman kampung ajak duel Kapolsek Pakenjeng Garut. (FOTO: Istimewa)

Siapa Sebenarnya Iptu Muslih? Kapolsek Pakenjeng Garut yang Berani Hadapi Tio Kobra

Kisah Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih Hidayat yang berani melumpuhkan preman “Tio Kobra” tanpa senjata, namun tetap memilih pembinaan, panen dukungan dan hormat warga.

TIMES Garut,Senin 16 Maret 2026, 13:34 WIB
123
A
Adis Cahyana

GARUTDi balik seragam cokelatnya, Iptu Muslih Hidayat, Kapolsek Pakenjeng, dikenal sebagai sosok yang teduh namun berprinsip. Bagi warga Pakenjeng di Garut Selatan, ia bukan sekadar komandan polisi, melainkan sosok "bapak" yang kerap terlihat berbaur dengan masyarakat, bahkan saat membagikan takjil di sore hari yang tenang.

Namun, ketenangan itu mendadak koyak pada Jumat (13/3/2026) sore. Di tengah rutinitas berbagi kebaikan di bulan Ramadan, Iptu Muslih dihadapkan pada ancaman nyata dari seorang preman lokal yang dikenal dengan nama Tio alias Tito Kobra.

Akar Perselisihan: Pembinaan yang Disalahpahami

Kejadian ini tidak muncul tiba-tiba. Sekitar sepuluh hari sebelumnya, Iptu Muslih menertibkan sekelompok pemuda, termasuk Tio, yang kedapatan berpesta miras di siang bolong saat bulan puasa. Alih-alih memprosesnya secara hukum, Muslih memilih jalan persuasif: mendata mereka dan memberikan hukuman push-up sebagai bentuk pembinaan.

Sayangnya, niat baik itu disambut dengan dendam. Tio Kobra yang tidak terima ditegur karena "mokel" (makan siang hari saat Ramadan) dan pesta miras, mendatangi sang Kapolsek dengan amarah yang meluap.

Duel Sengit di Ruang Publik

Situasi memanas ketika Tio melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Iptu Muslih dan Camat setempat. Tak hanya gertakan, Tio diketahui membawa sebilah golok kecil. Tanpa ragu, Iptu Muslih segera mengambil tindakan tegas untuk mengamankannya.

Aksi saling dorong hingga duel fisik pun tak terhindarkan. Dalam video amatir yang viral, terlihat Iptu Muslih bergulat dengan sang preman di pinggir jalan. Dengan ketenangan seorang perwira yang terlatih, Muslih berhasil melumpuhkan Tio Kobra meski sempat mendapat perlawanan sengit.

Ketegasan yang Berbalut Kemanusiaan

Yang membuat sosok Iptu Muslih semakin dihormati bukan hanya keberaniannya saat berduel, melainkan sikapnya setelah kejadian tersebut. Meski nyawanya sempat terancam, ia memilih untuk tidak membawa kasus ini ke jalur hukum formal.

"Meskipun tindakannya seperti itu, dia tetap masyarakat saya. Sebagai aparat, saya berkewajiban melakukan pembinaan," ungkapnya dengan rendah hati.

Narasi ini bukan sekadar tentang perkelahian di pinggir jalan, melainkan tentang dedikasi seorang polisi yang memahami bahwa tugasnya bukan hanya memenjarakan, tapi juga membimbing warga agar kembali ke jalan yang benar. Di Pakenjeng, Iptu Muslih Hidayat telah membuktikan bahwa wibawa tidak selalu datang dari senjata, tapi dari keberanian untuk berdiri tegak demi ketertiban dan kedamaian masyarakatnya.

Sisi Lain Iptu Muslih Hidayat: Perwira yang Mengayomi

Iptu Muslih Hidayat bukanlah orang baru dalam dunia kepolisian di wilayah hukum Polres Garut. Sebelum menjabat sebagai Kapolsek Pakenjeng, ia memiliki rekam jejak yang panjang di bidang operasional. Pengalamannya di lapangan membentuk karakternya menjadi perwira yang taktis namun tetap santun.

Bagi rekan sejawatnya, Muslih dikenal sebagai komandan yang tidak hanya duduk di balik meja. Ia penganut aliran "polisi hadir", di mana ia lebih sering turun langsung ke jalan untuk memantau keamanan, terutama di wilayah Pakenjeng yang memiliki medan geografis cukup menantang di Garut Selatan.

Gelombang Dukungan Masyarakat

Insiden duel dengan "Tio Kobra" memicu reaksi luas, terutama setelah rekaman videonya tersebar di media sosial. Berikut adalah poin-poin utama reaksi publik:

1. Apresiasi Keberanian: Warga Pakenjeng memberikan apresiasi tinggi karena Kapolsek berani menghadapi premanisme secara langsung tanpa menggunakan kekuatan yang berlebihan (seperti senjata api), padahal situasinya sangat mengancam.

2. Simpati atas Kesabaran: Banyak warga merasa geram dengan ulah Tio Kobra yang berpesta miras di bulan Ramadan. Sebaliknya, sikap Iptu Muslih yang tetap ingin membina pelaku (bukan sekadar memenjarakan) membuat publik simpati dan memuji kedewasaannya sebagai aparat.

3. Viral di Media Sosial: Di berbagai platform seperti Facebook dan grup WhatsApp warga Garut, Iptu Muslih dijuluki sebagai "Kapolsek Nyentrik" yang punya nyali besar. Banyak yang berkomentar bahwa sosok seperti inilah yang dibutuhkan untuk menjaga ketertiban di wilayah pelosok.

Dampak Sosial di Pakenjeng

Pasca kejadian ini, wibawa kepolisian di mata warga Pakenjeng justru semakin menguat. Tindakan tegas Iptu Muslih memberikan pesan jelas kepada kelompok-kelompok yang kerap meresahkan warga bahwa hukum tidak akan mundur, namun tetap membuka pintu maaf bagi mereka yang ingin bertaubat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Adis Cahyana
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Garut, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.