GARUT TIMES, GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut turut mengambil peran dalam upaya percepatan evakuasi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Personel dari Garut telah diberangkatkan untuk bergabung dengan tim pencari di lokasi terdampak longsor Cisarua, Bandung Barat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Garut, Daris Hilman, mengonfirmasi bahwa timnya telah berada di lapangan untuk memulai misi kemanusiaan tersebut.
"Kami tim dari BPBD Kabupaten Garut sudah bergabung dengan seluruh tim melakukan pencarian dan pertolongan," kata Daris di Garut, Selasa (27/1/2026).
Langkah pengiriman personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) ini merupakan bentuk solidaritas dan sinergitas antarwilayah di Jawa Barat dalam menangani dampak longsor besar yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026). Musibah tersebut diketahui telah menimbun puluhan rumah warga beserta penghuninya.
Kehadiran personel dari Garut bertujuan memperkuat tim SAR gabungan yang kini membagi area pencarian ke dalam tiga zona strategis: fokus pada aliran material ujung, area pemukiman yang terdampak, serta area di sekitar titik utama longsoran.
"Situasi terkini sudah beberapa tim yang turun langsung ke lokasi," lanjut Daris.
Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus melakukan manuver dengan memperluas zona pencarian serta menggeser alat berat ke sektor-sektor baru yang potensial. Tercatat, sebanyak 13 ekskavator telah dikerahkan dengan dukungan lebih dari seribu personel gabungan di lokasi.
Di sisi lain, proses identifikasi terus berjalan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat sejauh ini telah berhasil mengidentifikasi 30 jenazah dari total 48 kantong jenazah yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: BPBD Garut Terjunkan Tim BKO Cari Korban Longsor Cisarua
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |